Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Maka nikahilah wanita yang taat beragama, niscaya engkau akan berbahagia."
Hadis Muttafaq Alaihi dan riwayat Imam Lima.
(Sumber Buku: Bulughul Maram, Bab Nikah, karya Ibnu Hajar Al-Asqalani)
Yurima Utami Blog
Knowledge to Elevate
Monday, June 1, 2020
PENGARUH ISTRI DALAM PEMBENTUKAN PRIBADI
Belajar dari kegagalan kemerdekaan, Bung Karno terang-terangan menuliskan hal itu dalam bukunya yang terkenal, Sarinah. Salah satunya karena kaum perempuan. Oleh sebab itu, lebih baik jangan beristri hanya karena perhatian kepada materi, akan lebih baik karena hubungan hati dan pertalian cita-cita. Jangan dikejar orang yang belum tiba dan jangan pula dinantikan orang yang telah pergi lebih dulu.
(Sumber Buku: "Pribadi Hebat" karya Prof. Dr. Buya Hamka)
(Sumber Buku: "Pribadi Hebat" karya Prof. Dr. Buya Hamka)
RELA MENERIMA HIDUP DAN BERUSAHA
Untuk mencapai kemajuan, kita harus menuntut yang lebih sempurna. Jiwa harus dinamis, bergerak terus, jangan statis, dan membeku. Orang yang rela dalam hidup, tidak hendak keluar dari ukuran yang pantas bagi dirinya. Kemegahan kulit tidak memengaruhinya. Biar tinggal di pondok kecil asalkan berjiwa besar. Kerelaan hidup mengajarkan kita agar mau menerima hidup bersakit-sakit. Arti rela adalah menyempurnakan pekerjaan sendiri dan mempertinggi mutunya.
(Sumber Buku: "Pribadi Hebat" karya Prof. Dr. Buya Hamka)
(Sumber Buku: "Pribadi Hebat" karya Prof. Dr. Buya Hamka)
Friday, September 28, 2018
ORANG JUJUR
Kejujuran itu memang mahal. Buktikan bahwa engkau masuk ke perusahaan, masuk kampus, pegawai negeri, ataupun instansi apa pun, masuklah dengan cara yang benar. Terpilih karena memang engkau layak dipilih. Karena satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan-kebohongan berikutnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Ia yang jujur mempunyai satu keyakinan yang selamanya menenangkan jiwanya, "Allah telah mengatur rezeki hamba-Nya." Maka, beruntunglah engkau wahai muslim sejati, yang memegang erat sifat jujurnya. Yang tak pernah menggadaikan integritasnya hanya demi uang, jabatan, dan kekuasaan.
(Sumber: Buku "Tuhan, Maaf, Aku Sedang Sibuk" karya Ahmad Rifa'i Rif'an)
KESUKSESAN ABADI
Jika kita memikirkan orang lain, Tuhan akan memikirkan kita. Tetapi jika kita memikirkan diri sendiri, yakinlah, Tuhan akan memikirkan orang lain. Kesuksesan sebenarnya adalah bagaimana agar dalam setiap hembusan nafas kita senantiasa menjadi rahmat bagi sekitar kita. Kedatangan kita membawa kebaikan dan senantiasa membuat orang lain tersenyum, dan kepergian kita ditangisi setiap orang karena sang pahlawan telah tiada. Kesuksesan abadi adalah kesukesan yang tidak pernah berakhir oleh kematian sekali pun.
(Sumber: Buku "Maaf Tuhan, Kami Sedang Sibuk" karya Ahmad Rifa'i Rif'an)
NILAI SESEORANG ADALAH PRIBADINYA
Orang yang berilmu saja walaupun dia sangat ahli dalam satu bidang, belum tentu berharga dan belum tentu memperoleh kekayaan dalam hidup apabila sekiranya bahan pribadinya yang lain tidak lengkap atau tidak kuat, terutama budi dan akhlak. Jangan disangka bahwa pribadi yang besar dan kuat hanya semata-mata memakai sifat yang terpuji saja. Tidak! Bahkan sebaliknya, bertambah besar pribadi seseorang bertambah jelas letak kelemahan dan kekurangannya. Tinggi rendahnya pribadi seseorang adalah karena usaha hidupnya, caranya berpikir, tepatnya berhitung, jauhnya memandang, dan kuatnya semangat diri sendiri. Berbahagialah orang yang mementingkan, memerhatikan cela diri sendiri sehingga tidak sempat memerhatikan cela orang lain. Kelihatanlah di kantor-kantor, orang-orang yang telah kehilangan pribadi dan kehilangan cita-cita. Pribadi yang besarlah yang dapat menimbulkan kebangsaan dan keteguhan bangsalah yang dapat memupuk pribadi.
(Sumber: Buku "Pribadi Hebat" karya Prof. Dr. Hamka)
Tuesday, September 25, 2018
PERPISAHAN YANG MENYAKITKAN
Seorang suami yang mengkhianati isterinya, serong dengan wanita lain yang lebih rendah derajatnya. Semua itu dia lakukan hanya karena dia ingin menanamkan kepercayaan pada dirinya. Membuktikan bahwa dia adalah pihak yang lebih kuat, dia bisa menikah lagi dengan wanita lain. Ada juga suami yang tidak senang melakukan pengkhianatan kepada isterinya karena memiliki akhlak yang mulia. Tapi, tetap saja dia mencari cara lain, seperti dengan menganiaya isteri untuk menunjukkan kelebihan yang dimilikinya. Atau terkadang menggunakan cara lain, selalu berusaha menentang pendapat isterinya dan membuat isteri selalu merasa gelisah, sehingga dia akan merasa lebih kuat. Ketika akan menikah nanti, janganlah tergesa-gesa dalam memilih. Pilihlah calon suami yang cocok dengan diri kita dalam segala kecenderungan dan arah tujuan. Berusahalah menjadi isteri penyayang dan pemurah. (Buku "La Tahzan For Girls karya Najla Mahfuzh)
Subscribe to:
Posts (Atom)