Friday, September 28, 2018

ORANG JUJUR

Kejujuran itu memang mahal. Buktikan bahwa engkau masuk ke perusahaan, masuk kampus, pegawai negeri, ataupun instansi apa pun, masuklah dengan cara yang benar. Terpilih karena memang engkau layak dipilih. Karena satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan-kebohongan berikutnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Ia yang jujur mempunyai satu keyakinan yang selamanya menenangkan jiwanya, "Allah telah mengatur rezeki hamba-Nya." Maka, beruntunglah engkau wahai muslim sejati, yang memegang erat sifat jujurnya. Yang tak pernah menggadaikan integritasnya hanya demi uang, jabatan, dan kekuasaan.
(Sumber: Buku "Tuhan, Maaf, Aku Sedang Sibuk" karya Ahmad Rifa'i Rif'an)

KESUKSESAN ABADI

Jika kita memikirkan orang lain, Tuhan akan memikirkan kita. Tetapi jika kita memikirkan diri sendiri, yakinlah, Tuhan akan memikirkan orang lain. Kesuksesan sebenarnya adalah bagaimana agar dalam setiap hembusan nafas kita senantiasa menjadi rahmat bagi sekitar kita. Kedatangan kita membawa kebaikan dan senantiasa membuat orang lain tersenyum, dan kepergian kita ditangisi setiap orang karena sang pahlawan telah tiada. Kesuksesan abadi adalah kesukesan yang tidak pernah berakhir oleh kematian sekali pun.
(Sumber: Buku "Maaf Tuhan, Kami Sedang Sibuk" karya Ahmad Rifa'i Rif'an)

NILAI SESEORANG ADALAH PRIBADINYA

Orang yang berilmu saja walaupun dia sangat ahli dalam satu bidang, belum tentu berharga dan belum tentu memperoleh kekayaan dalam hidup apabila sekiranya bahan pribadinya yang lain tidak lengkap atau tidak kuat, terutama budi dan akhlak. Jangan disangka bahwa pribadi yang besar dan kuat hanya semata-mata memakai sifat yang terpuji saja. Tidak! Bahkan sebaliknya, bertambah besar pribadi seseorang bertambah jelas letak kelemahan dan kekurangannya. Tinggi rendahnya pribadi seseorang adalah karena usaha hidupnya, caranya berpikir, tepatnya berhitung, jauhnya memandang, dan kuatnya semangat diri sendiri. Berbahagialah orang yang mementingkan, memerhatikan cela diri sendiri sehingga tidak sempat memerhatikan cela orang lain. Kelihatanlah di kantor-kantor, orang-orang yang telah kehilangan pribadi dan kehilangan cita-cita. Pribadi yang besarlah yang dapat menimbulkan kebangsaan dan keteguhan bangsalah yang dapat memupuk pribadi.
(Sumber: Buku "Pribadi Hebat" karya Prof. Dr. Hamka)

Tuesday, September 25, 2018

PERPISAHAN YANG MENYAKITKAN

Seorang suami yang mengkhianati isterinya, serong dengan wanita lain yang lebih rendah derajatnya. Semua itu dia lakukan hanya karena dia ingin menanamkan kepercayaan pada dirinya. Membuktikan bahwa dia adalah pihak yang lebih kuat, dia bisa menikah lagi dengan wanita lain. Ada juga suami yang tidak senang melakukan pengkhianatan kepada isterinya karena memiliki akhlak yang mulia. Tapi, tetap saja dia mencari cara lain, seperti dengan menganiaya isteri untuk menunjukkan kelebihan yang dimilikinya. Atau terkadang menggunakan cara lain, selalu berusaha menentang pendapat isterinya dan membuat isteri selalu merasa gelisah, sehingga dia akan merasa lebih kuat. Ketika akan menikah  nanti, janganlah tergesa-gesa dalam memilih. Pilihlah calon suami yang cocok dengan diri kita dalam segala kecenderungan dan arah tujuan. Berusahalah menjadi isteri penyayang dan pemurah. (Buku "La Tahzan For Girls karya Najla Mahfuzh)

CERMIN DAN REALITA

Dalam mencari pendamping, kaum lelaki masih belum merasa cukup hanya dengan gadis yang cantik saja. Meskipun kecantikan gadis itu telah membuat mereka tergila-gila. Tapi, selain paras yang cantik, mereka juga mencari gadis yang berkepribadian cantik. Karena paras yang cantik lama kelamaan akan membosankan jika dipandang mata. Berbeda dengan kepribadian yang cantik, ia akan semakin tumbuh matang pada diri seorang gadis sampai dia menjadi seorang nenek. Demikian juga seorang wanita, dia tidak akan bisa mendidik anak-anaknya dengan hanya mengandalkan kecantikan saja. Tapi, dia harus memiliki kesadaran dan kepandaian. Selain itu, dia juga harus mempunyai pengetahuan yang luas agar dapat meraih kesukesan berumah tangga saat menjadi seorang isteri dan seorang ibu. (Sumber: Buku "La Tahzan for Girls" karya Najla Mahfuzh)