Kejujuran itu memang mahal. Buktikan bahwa engkau masuk ke perusahaan, masuk kampus, pegawai negeri, ataupun instansi apa pun, masuklah dengan cara yang benar. Terpilih karena memang engkau layak dipilih. Karena satu kebohongan akan menimbulkan kebohongan-kebohongan berikutnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Ia yang jujur mempunyai satu keyakinan yang selamanya menenangkan jiwanya, "Allah telah mengatur rezeki hamba-Nya." Maka, beruntunglah engkau wahai muslim sejati, yang memegang erat sifat jujurnya. Yang tak pernah menggadaikan integritasnya hanya demi uang, jabatan, dan kekuasaan.
(Sumber: Buku "Tuhan, Maaf, Aku Sedang Sibuk" karya Ahmad Rifa'i Rif'an)