Tuesday, September 25, 2018

CERMIN DAN REALITA

Dalam mencari pendamping, kaum lelaki masih belum merasa cukup hanya dengan gadis yang cantik saja. Meskipun kecantikan gadis itu telah membuat mereka tergila-gila. Tapi, selain paras yang cantik, mereka juga mencari gadis yang berkepribadian cantik. Karena paras yang cantik lama kelamaan akan membosankan jika dipandang mata. Berbeda dengan kepribadian yang cantik, ia akan semakin tumbuh matang pada diri seorang gadis sampai dia menjadi seorang nenek. Demikian juga seorang wanita, dia tidak akan bisa mendidik anak-anaknya dengan hanya mengandalkan kecantikan saja. Tapi, dia harus memiliki kesadaran dan kepandaian. Selain itu, dia juga harus mempunyai pengetahuan yang luas agar dapat meraih kesukesan berumah tangga saat menjadi seorang isteri dan seorang ibu. (Sumber: Buku "La Tahzan for Girls" karya Najla Mahfuzh)

Sunday, August 12, 2018

KRITERIA JODOH SEMPURNA

Tetapkan kriteria sehebat mungkin, sesaleh mungkin, sekeren mungkin. Itu merupakan upaya kita untuk membangun keluarga yang hebat, mendidik anak yang shaleh, serta menciptakan masyarakat kecil yang berkualitas. Keluarga adalah cerminan masyarakat dalam skala yang paling kecil. Imam Al-Ghazali dalam kitab 'Ihya Ulumuddin' juga menyebutkan bahwa ada delapan perkara yang perlu diperhatikan tatkala hendak memilih pasangan hidup, antara lain:
  1. Kesalehan dalam beragama.
  2. Berakhlak mulia.
  3. Memiliki keelokan wajah dan fisik.
  4. Tidak menuntut mahar yang berlebihan.
  5. Berpotensi memiliki banyak anak.
  6. Masih lajang.
  7. Berasal dari keluarga terhormat.
  8. Tidak berasal dari keluarga dekat.


BUKAN I LOVE YOU, TAPI QOBILTU

Jangan pernah menghabiskan masa muda dengan beragam aktivitas yang tak menghebatkan masa depan kita, karena masa muda kelak akan kita pertanggungjawabkan di hadapan-Nya. Termasuk berlama-lama mengisi usia muda dengan hubungan pacaran yang dalam Islam tak ada tuntunannya sama sekali. Mari mengisi masa yang berlimpah potensi dan energi dengan baik. Semoga dengan upaya perbaikan diri yang terus-menerus, Allah memperkuat tekad dalam diri kita untuk menseriusi cinta. Cinta yang serius dibuktikan dengan tindakan nyata yang serius. Bukan hanya I Love You, tapi Qobiltu. Bukan hanya dengan mengucap cinta, tapi menyegerakan diri menggapai pintu nikah.

"Tidak akan bergeser kaki seorang manusia dari sisi Allah, pada hari Kiamat nanti sampai dia ditanya tentang lima perkara: (HR. At-Tirmizi)
  1. Tentang umurnya untuk apa dihabiskannya.
  2. Tentang masa mudanya digunakan untuk apa.
  3. Tentang hartanya dari mana diperoleh dan kemana dibelanjakan.
  4. Tentang bagaimana mengamalkan ilmunya."

ALLAH MENGIRIM JODOH YANG KITA BUTUHKAN

Terkadang Allah memang tak mengirim jodoh yang kita harapkan. Kadang kekasih yang kita idamkan begini, tapi yang malah kita dapat kekasih yang begitu. Tapi yakinlah, bahwa Allah pasti akan mengirim jodoh yang kita butuhkan. Jadi bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan hanya memuaskan ego, sementara kebutuhan lebih cenderung memenuhi apa yang dibutuhkan oleh hidup kita. Keinginan hanya membuat kita puas dan bahagia sejenak. Sementara tergapainya kebutuhan, lebih menjanjikan kebahagiaan kita di masa depan. Jadi syukuri hal itu. Kita tahu yang kita inginkan, tapi Allah lebih tahu yang kita butuh. Tepatlah kalimat bijak yang mengatakan bahwa suami istri itu bagaikan sepasang sepatu. Walau tak sama persis namun serasi. Saat berjalan tak pernah persis berdampingan, tapi tujuannya sama. Walau tak pernah bisa ganti posisi, namun saling melengkapi. Selalu sederajat, tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Bila yang satu hilang, maka yang lain tak punya arti.
(Sumber: Buku "Ya Allah, Siapa Jodohku?" karya Ahmad Rifa'i Rif'an)

Going to The Airport

A: What's the best way to get to the airport?

Artinya: Kalau ke bandara paling bagus naik apa ya?

B: Well, you can take the Airport Express.

Artinya: Kamu bisa naik Airport Express.

A: Ah, where do I catch it?

Artinya: Ah, dimana saya bisa mendapatkannya?

B: In central.

Artinya:  Di pusat kota.

A: How much is it from there? Do you know?

Artinya: Berapa ongkosnya dari sana? Apakah kau tahu?

B: I think it's about 70 dollars. By the way, you can check in your baggage at the station. They'll even give you your boarding pass.

Artinya: Kira-kira 70 dollar. Ngomong-ngomong, kamu bisa cek-in barangmu di stasiunnya. Mereka bahkan akan langsung memberi kamu boarding pass.

A: Wow! That's really convenient.

Artinya: Wah! Itu sangat nyaman sekali.

Saturday, August 4, 2018

English Lesson Special Idioms Part II

ON ANY ACCOUNT (BAGAIMANA PUN JUGA)
On any account, you have to finish that work.
Artinya: Bagaimana pun juga, kamu harus menyelesaikan pekerjaan itu.

ON OCCASION OF (BERHUBUNGAN DENGAN)
Is he still on occasion of with his girlfriend?
Artinya: Apakah dia masih berhubungan dengan pacarnya?

MAKE OVERTURES TO (MENGUSULKAN SESUATU)
I wanna make overtures to in that meeting.
Artinya: Saya ingin mengusulkan sesuatu dalam pertemuan itu.

LOST TRACK OF (PUTUS HUBUNGAN)
She has lost track of with her boyfriend.
Artinya: Dia telah putus hubungan dengan pacarnya.

DISPOSED TO (MENGINGINKAN)
I don't disposed to his attendance.
Artinya: Saya tidak menginginkan kehadirannya.

DEPEND ON (TERGANTUNG DARI)
The success of this plan is depend on our effort.
Artinya: Kesuksesan rencana ini tergantung dari usaha kita.

WELL POSTED (MENGUASAI)
Have you well posted that lesson?
Artinya: Sudahkah kamu menguasai pelajaran itu?

Mengapa Banyak Orang Cina Kaya dan Berhasil?


  1. Perjuangan hidup mereka selalu diwarnai kerja keras, tangguh, dan pantang menyerah.
  2. Prihatin adalah motivasi perjuangan.
  3. Tidak bermewah-mewah pada saat berjuang.
  4. Sebelum sukses tidak makan nasi dulu.
  5. Menjaga kepercayaan adalah aset yang sangat berharga di dunia bisnis. Kepercayaan menunjukkan nilai kepribadian seseorang. Sungguh mahal nilai dari sebuah kepercayaan. Kepercayaan perlu ditopang oleh kejujuran. Kejujuran adalah syarat mutlak dari lahirnya kepercayaan.
  6. Mereka memiliki orientasi kelompok yang kuat. Artinya, individu tidak bekerja semata-mata untuk mencari keutungan pribadi, melainkan untuk mencari peningkatan kesejahteraan keluarga dan kelompoknya. Sikap individualistis adalah pelanggaran atas orientasi bisnis mereka. Ikatan sebagai sesama orang Cina begitu kental terjalin.
  7. Mereka juga ketika mendapatkan tekanan dan kebangkrutan, justru akan membuat lonjakan prestasi dan karya yang mencuat ke atas hingga dikenal sebagai orang-orang kaya.
  8. Mentalitas mereka adalah kaum perantauan. Jumlah penduduk Cina yang besar memaksa mereka untuk merantau ke seluruh dunia. Peperangan antar suku yang memperebutkan lahan pertanian juga menjadi penyebab banyaknya orang Cina yang merantau. Kelaparan pertama kali di Cina juga menjadi motivasi mereka untuk menyebar ke seluruh dunia untuk mencari kebutuhan makanan mereka.
  9. Mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Bagi mereka siapa yang berusaha pasti berhasil, terlepas hasilnya kecil atau besar.