Terkadang Allah memang tak mengirim jodoh yang kita harapkan. Kadang kekasih yang kita idamkan begini, tapi yang malah kita dapat kekasih yang begitu. Tapi yakinlah, bahwa Allah pasti akan mengirim jodoh yang kita butuhkan. Jadi bedakan antara keinginan dan kebutuhan. Keinginan hanya memuaskan ego, sementara kebutuhan lebih cenderung memenuhi apa yang dibutuhkan oleh hidup kita. Keinginan hanya membuat kita puas dan bahagia sejenak. Sementara tergapainya kebutuhan, lebih menjanjikan kebahagiaan kita di masa depan. Jadi syukuri hal itu. Kita tahu yang kita inginkan, tapi Allah lebih tahu yang kita butuh. Tepatlah kalimat bijak yang mengatakan bahwa suami istri itu bagaikan sepasang sepatu. Walau tak sama persis namun serasi. Saat berjalan tak pernah persis berdampingan, tapi tujuannya sama. Walau tak pernah bisa ganti posisi, namun saling melengkapi. Selalu sederajat, tidak ada yang lebih rendah atau lebih tinggi. Bila yang satu hilang, maka yang lain tak punya arti.
(Sumber: Buku "Ya Allah, Siapa Jodohku?" karya Ahmad Rifa'i Rif'an)
No comments:
Post a Comment